SELALU BERISTIGHFAR SAMPAI AJAL MEMISAHKAN DIRI KITA

04/11/2021 | 164 kali
Blog

Sungguh, kita membutuhkan istighfar bukan hanya untuk meminta pengampunan, tapi jauh lebih luas dari itu.

Bahkan di sebagian tafsir terungkap, kata yang terbentuk dari kata istighfar diartikan sebagai islam itu sendiri.

Contohnya di surat Al-Anfal ayat 33
"Kata 'yastaghfiruun' dalam ayat itu secara harfiah bermakna 'memohon ampunan' tapi sebagian ulama menafsirkan 'berislam'.

Jadi, beristighfar adalah sebagian ciri keislaman kita.

Seakan-akan tidak sah keislaman seseorang sebelum ia melazimkan diri beristighfar tanpa harus menunggu berbuat kesalahan.

Bahkan dengan istighfar, Alloh menjanjikan kita kekuatan.
Istighfar akan menambah kekuatan Jasadiah dan Ruhiyah kita.

Rasululloh SAW bersabda :
"Barang siapa melazimkan istighfar, Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap masalahnya".

Sebaliknya, kemalasan beristighfar akan melunturkan keislaman kita, menjauhkan kita dari Alloh, dan memper-sempit jalan keluar dari masalah-masalah yang kita hadapi.

Lebih jauh lagi, muncul benih kesombongan dalam diri kita.

Hati menjadi hitam dan keras, bahkan lebih keras dari batu, sulit menerima nasihat dan peringatan, tidak sensitif ketika dibacakan ayat-ayat Alloh, tidak pernah menangis, karena takut akan dosa-dosanya, dan tidak takut dengan azab Alloh SWT.

📃 Sungguh sangat beruntung seorang hamba yang diberi taufiq untuk menyesali dosa-dosanya, sehingga dia senantiasa memohon ampun kepada Alloh SWT.

Datang sebuah Atsar, dimana Aisyah berkata :
“Sungguh beruntung orang yang mendapatkan catatan amalnya beristighfar yang banyak.”
(HR. Ibnu Majjah)

Semoga Alloh SWT. memberikan taufiq kepada kita untuk selalu beristighfar kepada Nya

Aamiin Yaa Robbal Aalamiin..🤲🏻🤲🏻


Share:
Berita & Artikel Lainnya